Meskipun tak semua orang
senang menulis puisi, tapi terkadang bagi saya merupakan salah satu sarana untuk penenang jiwa. Menulis puisi di
waktu luang mampu memberikan manfaat tersendiri. Selain menjadi karya, puisi juga
mampu menghibur hati penulis dan pembacanya. Puisi tak selalu ditulis dengan mengambil kisah
pribadi si Penulis itu sendiri, kehidupan orang-orang sekitar juga mampu menjadi inspirasi untuk membuat puisi. Seperti halnya puisi yang pernah saya tulis berikut ini :
Puisi-1
Berisi tentang kisah seseorang yang mencoba bangkit dari keterpurukan setelah memutuskan untuk meninggalkan cinta pertamanya
Berisi tentang kisah seseorang yang mencoba bangkit dari keterpurukan setelah memutuskan untuk meninggalkan cinta pertamanya
PERASAAN MATI, KAU HARUS TETAP HIDUP
Janganlah kau lihat
lagi
Jasad dari perasaan
yang membusuk
Membujur kaku di
belakang jiwamu
Menabur bunga
perpisahan memang menyakitkan
Memandangi batu nisan
bertuliskan cinta pertama
Rasakanlah langkah
terberat sepanjang hidupmu
Dengan terus teringat
senyum yang menawan hatimu
Mendekapkan duri
kerinduan yang melucuti gairahmu
Seakan mengajakmu untuk
mati juga
Kita tak pernah tahu
cara berfikir takdir
Terkadang membawamu
melambung tinggi sampai ke bintang
Kemudian mementalkanmu
sampai ke dasar jurang
Sampai hancur harapan
Janji-janji jauh pergi
sebelum ditepati
Mimpi yang telah ada di
hadapan di langit sana
Menjauh tak mampu lagi
dipandang mata
Aku kembali melihat ke
langit luas
Menyusun lagi ruas
jalan menuju mimpiku
Karena dalam kedukaan
hidup harus tetap berjalan
Meski kebangkitan
menjadikanmu sosok tak berperasaan
Membiarkan luka
disembuhkan waktu sendirian
Puisi-2
Berisi tentang kisah seseorang yang gagal membuat nyaman pujaan hatinya karena pribadinya yang pendiam
Berisi tentang kisah seseorang yang gagal membuat nyaman pujaan hatinya karena pribadinya yang pendiam
BUKAN SOSOK YANG HANGAT
Terkadang berjalan ke
barat, diam
Terkadang berjalan ke
utara, diam
Terkadang berjalan ke
timur, diam
Terkadang berjalan ke
selatan, diam
Ke segala arah juga
diam
Dan ketika diam, sudah
pasti aku diam
Aku bukan sosok yang
mudah mencairkan suasana
Mengaduk-aduk ceritaku
dengan cerita yang lain
Berbagi pahit-manisnya
kopi dalam secangkir yang aku seduh
Aku tak mudah paham
tentang cita rasa mereka, termasuk kamu
Kemudian pertemuan
menyuguhkan senyummu
Aku mencoba berulah
memakai topeng, lalu melayanimu
Baru aku memegang
nampan, tanganku sudah gemetar
Yaaahh, aku
memecahkannya
Bahkan dengan
cerobohnya aku terluka oleh pecahan cangkir yang aku bawa
Luka yang sampai
sekarang membekas tanpa ada siapapun yang membalutnya
Aku gagal menyamankanmu
di setiap malam
Aku memilih untuk
pulang
Meninggalkan kau duduk
sendirian
Dengan kursi kosong
sebagai sosok yang kau inginkan
Puisi-3
Berisi tentang kisah seseorang yang menjalani hidup diluar cita-cita masa kecilnya karena keadaan, dia yang dipenuhi keterbatasan hingga takdir membuatnya berpaling pada cita-cita yang lain
Berisi tentang kisah seseorang yang menjalani hidup diluar cita-cita masa kecilnya karena keadaan, dia yang dipenuhi keterbatasan hingga takdir membuatnya berpaling pada cita-cita yang lain
LAIN, DENGAN LANGIT DI ATAS KEPALAKU
Tumbuh besar tak sesuai
rencana
Tak seperti
burung-burung kertas yang aku terbangkan di masa kecilku
Bertuliskan mimpi yang
akan terwujud, mungkin tepatnya di hari ini
Dan nyatanya semuanya
tidaklah terjadi
Dunia bungkam kala
bibirku berdo'a dengan dijerat kelemahan
Bumi menidurkan lavanya
kala aku bersujud di sepertiga malam
Tak pernah ada nyanyian
indah di pagi hari saat aku terbangun
Tak pernah kurasa
guncangan dari mimpiku yang meletus di lereng kehidupan ini
Hingga aku harus angkat
kaki dari naungan langit ini
Mencampakkan diriku-sendiri
termasuk cinta yang ada di dalamnya
Menerima pandangan
sebelah mata mereka
Hati hanya tinggal
kepingan
Raga yang lemah tinggal
tersisa jiwa yang berserah pada-Nya
Jangan biarkan aku
sendiri, Tuhan
Di langitku yang baru
ini
Aku ingin tetap mampu
menjadikan kertas dan penaku
Menyatu dengan sedikit
ilmuku yang baru
Mengembalikan mimpiku
yang dulu
Meski tak sama dengan
langit di atas kepalaku



Comments
Post a Comment