Menyambut hari kemerdekaan RI turnamen futsal antar
RT di desa Madureso-Kebumen kembali dilangsungkan. Menjalani laga pembuka,
Fajar CS sempat dilanda keraguan pada materi pemain. Terlebih melihat kubu
lawan yang terlihat begitu intens melakukan latihan. Setelah melakukan survei
official SM pun telah mengumpulkan beberapa nama yang siap membawa harkat dan
martabat Satria dalam pertandingan.
Drone East vs SM Selection
Tepat pada hari Rabu
(8/8) pukul 15.30 pertandingan dilangsungkan. Laga baru berjalan beberapa
menit, SM langsung dikejutkan oleh gol cepat tim lawan melalui sontekan apik
pemain bernomor punggung 9, Ade Setioko.
Sepertinya ada sedikit
kekeliruan di tubuh SM dalam mengatur formasi pertandingan. Setelah official SM
mendengar beberapa informasi dari pemain dan melakukan sedikit diskusi dengan
penjaga gawang rotasi pemain pun dilakukan. Arif Fajar yang awalnya didaulat
sebagai striker ditarik keluar digantikan Faisal, untuk kemudian Fajar diberi
kepercayaan menjadi penjaga gawang menggantikan sang Kakak, Hasan.
Penerapan formasi baru
ini terbukti ampuh. Berselang beberapa menit setelah gol pertama, SM berhasil
menyamakan kedudukan berkat kerjasama yang baik yang dituntaskan menjadi gol
oleh pemain bernomor punggung 5, Rian Mino. Mino kian menunjukan ketajamannya
dengan mencetak hattrick dan sangat membantu ritme permainan hingga SM berhasil
unggul 6-1 di babak pertama.
Sepertinya tim lawan
yang awalnya diduga sebagai lawan yang kuat terbukti salah. SM berhasil
menambah 3 gol di babak kedua, bahkan Satria sampai dengan beraninya menurunkan
dua pemain belia, Romi yang berhasil menyumbang satu gol dan Amir yang ikut
meramaikan lima menit jelang akhir pertandingan.
SM telah kembali
menunjukkan taringnya, kemenangan besar 9-1 ini telah menghantar Satria ke
perdelapan besar dan menyudahi trend buruk dalam beberapa kekalahan dari rival
abadi mereka di kompetisi ini.
SM Selection vs Bomber FC
Menuju pertandingan
selanjutnya, perdelapan final MFL yang akan tersaji di Gelora Satria Muda
Madureso. SM Selection bersiap untuk menghadang laju juara bertahan yang
menamai dirinya dengan nama Squad Bomber FC. Melihat peta kekuatan dari semua
tim, Bomber adalah tim paling tangguh di kompetisi ini. Meski pada pertandingan
pertama skuad yang di komandoi oleh Bayu hanya menang 2-0 atas lawannya, bukan
berarti skor mencolok 9-1 milik SM akan menjadi acuan kemenangan Fajar CS.
Pertandingan dimulai
dengan tendangan bola dari Bomber FC. Sungguh menakjubkan, gol pertama
perdelapan final MFL, Minggu (12/8) langsung dicetak oleh pemain bernomor
punggung 3, Bayu dengan tendangan langsung dari tengah lapangan sesaat setelah
pluit babak pertama dibunyikan.
Memimpin 0-1 Bomber
lantas kian menunjukan agresifitasnya. Serangan bertubi-tubi terus terjadi di daerah pertahanan SM, hingga
terjadilah pelanggaran yang berujung pada tendangan penalti. Bayu yang
menjadikan dirinya sebagai algojo sukses menuntaskan tugasanya dan menambah
keunggulan Bomber menjadi 2-0. Jelang turun minum tensi permainan Bomber FC
sedikit menurun. Hal ini berhasil dimanfaatkan SM untuk memperkecil kedudukan
lewat sontekan terarah Arya, skor 2-1 berakhir di paruh pertama.
Babak kedua dimulai,
Bayu CS kembali pada permainan agresif mereka. Umpan lambung cepat yang terus
ditujukan di dareah pertahanan SM membuahkan hasil yang begitu impresif. Arif
Fajar dipaksa merasakan gawangnya 2 kali kebobolan oleh Tiar yang tampil
sebagai pemain pengganti.
Sejak pertandingan
dimulai, kedua tim telah menunjukkan permainan yang cukup keras. Di tengah
atmosfer pertandingan yang kian memanas, SM berhasil kembali memperkecil
kedudukan menjadi 4-2 jelang akhir laga. Dan sangat disayangkan, beberapa
pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan berujung menjadi petaka. Hingga
terjadilah keributan besar yang membuat
terjadinya baku hantam antar pemain dan penonton dari kedua kubu yang membuat
laga harus dibubarkan.









Comments
Post a Comment