Ada seseorang yang sosoknya kau puja, namun duniamu tidak ada padanya. Ada orang yang ketika dengannya kau merasa duniamu hidup, namun hatimu mati dan kau tak bisa mencintai sepenuhnya.
Mungkin jati dirinya, mungkin sikap dan perilakunya, mungkin kemampuan berpikir, mungkin caranya mengambil langkah, mungkin keseruannya dalam setiap saat, mungkin ketangguhannya di tengah-tengah khalayak. Entah yang mana, pasti salah satu dari itu telah membuatmu terpana, menyentuh hati dan nurani meleburkan cinta. Namun, disisi lain kau ragu, apa duniamu akan hidup bahagia meski telah memilikinya?
Hidupmu memerlukan banyak hal, ada perhatian, kasih sayang, seseorang yang menyiapsediakan waktu, teman berbagi suka duka, bercanda, berbicara, berbagi kisah seharian, menuang sedih, gelak tawa dan semuanya yang kamu inginkan, tak mampu disebutkan, bahkan tak bisa ia lakukan.
Dia terlihat sempurna, namun dengannya kau belum tentu merasa sempurna. Pada kenyataannya memang begitulah kisah sebagian besar pasangan manusia, tak ada yang sepenuhnya sempurna, kamulah yang akan menyempurnakannya. Karena itu tentukanlah pilihan, putuskan, lalu bersyukur sebagai wujud dari kesempurnaan.
Memilih mencintai dia yang membuatmu terpana? Atau menyerahkan cinta pada dia yang hidupkan duniamu seterusnya, meski perasaanmu terhadapnya dimulai dengan biasa-biasa saja.

Comments
Post a Comment